Sabtu, 19 Mei 2012

Aku, Dia dan Kevin - event rumah inspirasi


(Ini salah satu yang lagi di ikut sertakan lomba)
Aku, Dia dan Kevin







Aku, Dia dan Kevin

Sore itu alam menyatu dengan angin. Aku dan Lisa selalu menghabiskan sore untuk bermain sepeda mengitari lapangan di dalam komplek kami. Anak-anak yang asik bermain bola, berlari mengejar satu sama lain, dan ibu-ibu yang asyik bergosip ria memenuhi pemandangan setiap sore cerah disini. Kami terus mengayuh sambil menikmati udara yang masih lumayan segar , udara disini masih belum terkontaminasi layaknya udara di Jakarta.

“Ril, tunggu bentar ya gue mau isi pulsa dulu.” Lisa pun mengarahkan kami ke toko pulsa teredekat.

“Iye Lis, oya kemarin kata Om Anto kita nanti malem latihan nyanyi lagi di rumah gue.”  tiba-tiba aku teringat sama pesan Om Anto.  Om Anto itu warga satu komplek juga, dan dia sangat pintar memainkan alat musik.

“Semalem lo ketemu dia?”

“Iya dia ke warung gue sama anak-anak, tau tuh siapa satu lagi. “

“Cakep ?”
“Emmm lumayan sih, kayanya tar malem dia ikut lagi. Mangkanya lo keluar.”

“Oke deh cinnnn”. Lalu kami meneruskan jalan-jalan kami sampai terdengar kumandang adzan maghrib.
**

Malam ini pun sangat cerah, semua instrumen alam bersatu. Daun-daunan , bintang, bulan nampak bermain indah di atas sana. Aku pun mulai menyusun rapih dagangan ku di warung kecil tempat anak-anak nongkrong .  Aku dengan Lisa mulai mendengarkan radio, lalu mulai menyanyi kecil sebelum om Anto datang. Saat kami asyik bernyanyi ria berdua , mulai datanglah anak laki-laki di komplek ini.

“Assalamualaikum Ril.” Om Anto pun tiba-tiba datang.

“Walaikumsalam.” kami serentak menjawab salamnya.

“Eh Lis, Ril ini kenalin temen gue. Eh Ril lo udah ketemu kan kemaren?” tanya Om Anto ke aku.

“Iya, tapi gue ga tau siapa Om?”

“Oh gitu, Vin kenalin ini cewe dua suara nya OKE punya loh” puji si Om Anto.

“Kevin”. dia menjulurkan tanganya dari ku lalu ke Lisa.
Aku pun berpikir ini cowok ya lumayan lah ya, aku dan Lisa pun berpandangan dan secara bersamaan kami bilang “Oke”, dan kami langsung tertawa membuat yang ada di situ pun terheran-heran.

“Eh yok kami latihan dulu” Om Anto mengheningkan suara. Kami mulai bernyanyi lagu favorit kami, suara mengalun menjadi satu simfoni yang indah , kami sering berlatih karena sebentar lagi ada acara panggung di dekat rumah. Kevin, walaupun dia bukan warga daerah sini tapi dia akan ikutan berpatisipasi mengiringi kami.
**
Seperti biasa aku dan Lisa mengitari kawasan perumahan di sore hari, tapi tiba-tiba terlihat Kevin yang sedang berlari kecil , dia pun melihat ke arah kami dan menghampiri kami,

“Hey Rili,Lisa.” Kevin pun menyapa kami.

“Hai.” lagi-lagi aku dan Lisa menjawab secara bersamaan.

“Boleh ikutan gabung?” pintanya.

“Boleh kok, oya lo nginep di  rumah Om Anto?” tanyaku.

“Iya, eh lo kakak ade ya?”.

“Ga kok, tuaan si ribet setahun dari pada gue, dan lo orang yang ke seratus bilang gitu.” jelas Lisa.

“Iya, mungkin karena sering bareng kali kami jadi rada sama gitu mukanya.”tambah ku.

“Hahaha. Blablalaaa....” Kami mengitari komplek secara bersamaan, obrolan seru pun mulai terdengar di kuping kami. Lisa adalah temanku dari awal aku pindah kesini. Seperti biasa kami akan menyudahi jalan sore ini ketika adzan maghrib terdengar.

**
Malam pun datang, anak-anak sudah siap untuk berlatih, di situ Kevin pun ada. Dia duduk di hadapan aku dan Lisa. Sungguh, betapa harmoninya baju dan wajahnya dia. Om Anto mulai memainkan gitar, dan Kevin pun ikut mengiringi permainan Om Anto. Aku dan Lisa sangat menikmati hari-hari kami. Aku merasakan aku ingin selalu dekat dengan Kevin! setelah mereka pulang aku akan ceritakan ke Lisa.HARUS,gumamku.

“Sampai ketemu besok ya, jangan lupa pada jaga suaraa ya. Oke Assalamualaikum.” Om Anto mengakhiri pertemuan malam itu.

“Lisa gue mau cerita.”

“Apa si Bet?”

“Iya ,emmm  kayanya gue naksir sama Kevin deh.” kataku malu-malu.

“Yah, kok sama sih. “ jawaban Lisa pun membekukan suasana.

“Terus gimana dong?” tanyaku dengan hati-hati.

“Gimana kalau kami PDKT sehat??” Lisa pun memberi saran.

“OKE , DEAL.” kami pun senyum dan berpelukkan.
**

Sore ini agak sedikit berbeda, aku dan Lisa berolahraga secara sendiri-sendiri. Saat aku mengitari lapangan bola, ada Kevin. Namun, sepertinya ada Lisa yang sedang asyik berbincang-bincang dengannya. Lisa melihatku dari jauh, aku pun langsung tersenyum kepadanya sambil memberi isyarat dengan tangan untuk “SUKSES”. Oke, memutari komplek sekali lagi menunggu mereka selesai berbicara.

Aku pun mengayuh lagi sepeda ku, mungkin sudah 5 putaran dan di depan gerbang komplek, Kevin terlihat sedang beristirahat. Oke Lisa sepertinya sudah tidak ada, ini giliranku.

“Hai.” sapaku membuka obrolan sore itu.

“Hai, loh kok tumben ga bareng Lisa?” tanyanya.

“Iya, tadi gue kesiangan keluarnya. Terus gue lagi cari dia tapi ga ketemu-temu. Lo lihat dia?” obrolan basa-basi aku luncurkan, hihi.

“Iya tadi ketemu di lapangan. Oya punya korek ga?”tanyanya aneh.

“Ya ga lah, aneh deh.”

“Kalau rokok ada?” dan ini tambah aneh.

“Apalagi rokok, aneh deh gue bukan cewe perokok. Emang kenapa sih?” tanyaku heran

“Tapi kalau no hape ada kan?.” ejieeeee gue di gombalin,gumamku.

“Yaelah pake muter-muter deh. Nih. “ kataku sambil menyodorkan hapeku untuk dia catat no hape ku.

“Oke nanti malam gue sms ya abis latihan.”

“Oke.”

**
Lisa pun sudah jarang mengajakku untuk bersepeda. Aku pun juga sedang asyik dengan PDKT an ku dengan Kevin. Aku memutuskan untuk bersepeda sendiri lagi hari ini. Diperjalanan aku memilih rute berbeda. Rute bersepeda yang sepi, ini sebenarnya rute rahasia aku dan Lisa . Disini masih banyak tanah kosong , pohon besar juga masih mendominasi.

“Kresek.” terdengar suara rerumputan bergesekan. Aku mengamati sekeliling ku, sepi, sunyi dan sepertinya hanya aku makhluk disini. Dan suara rerumputan itu semakin sering terdengar, aku pun turun dari sepeda dan mencari rerumputan yang bergesekan itu. Sayup-sayup terdengar suara yang sudah tidak asing di telingaku, aku hapal benar suara itu.

“Sayang.” suara itu semakin jelas, dan benar itu Kevin! Dia bersama wanita lain sedang melakukan hal yang sangat tidak menyenangka! Sangat menjijikan. Aku pun langsung mengambil sepedaku dan mengayuh sepeda ku kencang. Walaupun aku bukan siapa-siapanya Kevin , entah kenapa hati ini lumayan tersentak melihat kejadian itu. Lisa, ya dia harus tau apa yang barusan aku lihat.

**
“Lisaaaaaa.” teriakku di depan rumahnya.

“Iyaaaaa, bentarrrr.” Lisa pun berlari membukakan pintu

“Lis, plis ajak gue masuk ke kamar lo sekarang. Guuu~~gue mau cerita sesuatu. Disini gak aman” kataku gugup sambil mengamati sekitar.

“Kenapa sih lo kaya baru lihat setan. Yaudah masuk.”, Lisa pun mengajakku masuk ke kamarnya.

“Oke tenang,nih minum terus lo ngomong pelan-pelan.”  Lisa pun mnyuguhkan ku segelas air.

“Oke, gue mulai ya. Tadi gue muter pake sepeda ke rute rahasia kami Lis. Terus lo tau gue lihat siapa?”  Lisa pun menggelengkan kepala yang tandanya dia tidak mengerti.

“Gue liat KEVIN! Dia lagi sama cewe entah itu siapa,  melakukan hal itu di semak-semak.”lanjutkku.

“Whatssssss, SINTING kali tuh orang!” Lisa pun kaget, dan tak lama kemudian hape kami sama-sama berdering untuk memberi isyarat kalau ada sms. Kami pun langsung berpandangan ketika sudah membuka apa isi pesan itu dan “KEVIN” kami spontan berteriak bersama . Ya dia mengirmkan sms yang sama kepadaku dan Lisa.

“Wah, ini sih bukan cowo yang bener ya. Kami kerjain aja yuk. “ Lisa pun memberi ide, dan aku pun mengangguk yang artinya aku setuju.
**
Malam pun datang, seperti malam yang sudah-sudah saat kami berlatih. Kevin duduk di hadapan kami memberi kesan dia adalah laki-laki yang layak di perebutkan oleh kami, hmm lihat aja ya nanti. Kevin pun mendekati aku saat Lisa ijin sebentar menerima telepon.

“Ril, besok sore jalan bareng yuk.” pintanya

“Engga ah, sibuk.” . Lalu Lisa kembali duduk dan aku yang berpura-pura kebelet pipis bangun dari tempat duduk. Aku meminta ijin sebentar untuk ke kamar mandi. Dari jauh aku perhatikkan Lisa dan Kevin, sepertinya Lisa sudah mulai menjalankan misi nya dan byurrrrr , segelas es jeruk mendarat di badanya Kevin, aku yang memperhatikkan dari belakang pun tertawa kecil.Basah, hahaha.

“Hey ada apa ini.” tanya Om Anto.

“Ga apa-apa om, oya om kami ga akan manggung kalau ada makhluk ini.” aku pun menjawab pertanyaan Om Anto dari jauh.

“Hey kalian semua kenapa, shit mennnnn. Salah gue apa? kevin pun berdiri

“Mau tau?” tanya Lisa.

“Ya HARUS TAU!” bentaknya.

“Oke, lo kenapa modusin kami berdua , lo mau macem-macem kan sama kami berdua dan tadi gue lihat lo sama cewek di semak-semak. Lo mau jadiin kami kaya cewek itu juga?? HAAAA.”  jelas ku.

“Guu~~uu~~ee ga modusin  lo berdua kok, lo aja berdua yang ke- PD an!” jawabnya dengan gugup

“Oh masaaaaaaa?? Udah salah pake ngomong yang gak-gak lagi depan orang! Mau gue siram lagi kaya tadi??!! Bentak Lisa.”

“Udah deh lo pergi aja dari sini, ga malu apa!” usirku

“Oke sip! Ga penting juga lo berdua” Kevin pun berlalu, kami berdua menyorakkinya secara bersama lalu tertawa puas, dan kami pun berpelukkan

“Yesss!!”aku berteriak bersama Lisa, semua bingung melihat kejadian barusan

“Udah om ga usah di pikirin, oya om gue sama Lisa  mau bikin lirik lagu, lo yang bikin nadanya ya om” aku pun memecahkan keheningan yang baru saja terjadi.

“Oke, lo berdua cepet bikin. Gue mau latihan dulu.”  Kami pun mengangguk.

Setelah 1 jam kami membuat lirik, akhirnya jadi juga.

“Nih om.” Lisa pun menyerahkan kertas berisi lirik lagu kepada Om Anto

Tak mungkin malam, memisahkan kami
Walau mentari tak jua terbenam
Kami slalu bersama, dalam satu kata
Kau aku dan dirinya, tak mungkin bersatu
Dalam setia
Reff: Persahabatan , tak mungkin ku pungkiri
Walau ada cinta, yang mungkin memisahkan kami
Na...nana...nana...nanan..oooooo
Back to reff
Walau ada cinta yang mungkin memisahkan kami

Oh, ini toh. Ya gue jadi ngerti sama masalah barusan. Tunggu gue bikinin dulu nadanya” Om Anto tersenyum puas sesaat membaca lirik yang kami buat.

Persahabatan , tak mungkin ku pungkiri, Walau ada cinta, yang mungkin memisahkan kami aku dan Lisa pun secara bersama mengucapkan kata itu, dan kami berpelukkan.
J
         

Tidak ada komentar: