Minggu, 29 April 2012

Curhatan Kecilku


Sebenernya aku ingin menulis ini udah lama.

Dan baru mulai menulis aja airmata ku sudah berjatuhan mengiringi airmata ku.
Mama dan papa adalah orang yang sangat berarti di hidupku.
Semua berawal dari adiku , sebut saja namanya RIAN. Dia adiku yang berumur  17 tahun. Dia lelaki yang sangat periang. Dia juga suka sekali meledekku. Tapi sudah 2 bulan ini dia sakit yang tak kunjung sembuh. Menangisadalah hal yang selalu ku lihat di pipi mamahku. Aku selalu mencoba cuek dengan ini semua, karena aku gak mau ikut terlihat lemah di depan mereka.

Panas, hujan mama lewatin untuk memenuhi kebutuhan adikku yang sedang sakit.
Awalnya dia hanya sakit tifus, selama 1 bulan dirumah dia gak mau dibawa ke rumah sakit. Sampai suatu ketika dia merasa capek dengan kondisi tubuhnya sendiri. Dia dibawa ke rumah sakit. Dia dirawat sampai 1 minggu, tifusnya sudah selesai dan dia di suruh pulung saja karena kondisi tubuhnya yang sudah fit.

Mama, papa pun bersyukur dia bisa pulang. Kita mengadakan syukuran kecil-kecilan dengan membuat nasi uduk. Tapi kondisinya makin memburuk.
Makanan yang masuk pasti keluar lagi, begitu pun minum. Mama dan papa terlihat kembali sangat depresi.

Aku tahu mereka sangat sedih, bahkan ketika aku tengok mereka yang sedang shalat di kamar pun menangis.

Ahhh sebagai anak perrtama aku merasa tidak berguna.

Ku kuatkan ketika aku melihat mereka menangis. Ya aku pun menangis tanpa mereka ketahui.
Baru kali ini ku lihat papa menangis. Papa seorang lelaki tegar walaupun aku tahu ada banyak orang yang tidak menyukainya.

Walaupun banyak yang mengucikan papahku , dia tetep papa yang aku yang aku banggakan. Karena mereka aku ada.
Aku memang bukan apa-apa sekarang tapi aku yakin bisa jadi yang mereka banggakan. Ya aku pasti karena aku punya mimpi. Dengan mimpi aku bisa menggapai semua.

Penulis yang karyanya dibaca oleh orang banyak dan menjadi wanita karir yang sukses aku bisa menggapainya.
Aku yakin , aku bisa menggapai mimpiku yang berada di 5 cm depan keningku.

Tidak ada komentar: